Kamis, 20 September 2012

Hadiah Buku Gratis 'Buku Pariwisata'


Setelah beberapa bulan sejak pengumuman pemberian hadiah buku untuk promosi blog buku pariwisata, maka buku pariwisata mengumumkan bahwa pemenang buku dengan kriteria yang telah ditentukan adalah:
Sdr. Mustafa Kamal.S.Sos. sekretaris umum DPC Asosiasi Pelaku Pariwisata Kabupaten Aceh Timur dengan alamat:
Dusun Matang Kuta Desa Matang Karieng Kecamatan Seunuddon Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh Kode Pos 24394
Buku akan dikirimkan langsung ke alamat Mustafa Kamal.

Rabu, 05 September 2012

Penulisan Buku Pariwisata di Indonesia


Penulisan dan penerbitan buku pariwisata tercatat dimulai sejak tahun 1967 yang pertama kali ditulis oleh Nyoman Suwandi Pendit berjudul Pariwisata: sebuah Studi, Analisa dan Informasi. Penulisan dan penerbitan ditahun-tahun berikutnya kosong sampai sembilan tahun kemudian pada 1976 oleh penulis yang sama dengan judul Pengantar Ilmu Pariwisata.
Dalam masa ini sampai tahun 2011 penulisan buku pariwisata relative mulai meningkat. Dari tahun 1976 sampai 2011 terdapat total 193 buku yang telah diterbitkan dan ditulis oleh 128 penulis. Dari jumlah ini terdapat 103 buku yang berisi teori, 61 buku yang berisi keterampilan praktis atau pengetahuan know how yang digunakan dalam industri pariwisata serta 11 buku yang merupakan gabungan keduanya yaitu antara teori dan keterampilan sisanya 12 berupa kamus.  
Penulis Buku Pariwisata Aktif di Indonesia
Terdapat kurang lebih 28 penulis yang aktif menulis buku pariwisata. Yang paling aktif atau paling banyak menulis buku adalah Oka Adlis Yoeti dengan 27 judul buku, disusul oleh Bagyono dengan 6 judul buku serta Nyoman Suwandi Pendit, Helmi Kodhyat, I Gde Pitana dan Endar Sugiarto yang masing-masing menulis 4 judul buku. 
 
No
Penulis
Jumlah

No
Penulis
Jumlah
1
Oka Adlis Yoeti
27

15
Bra Baskoro
2
2
Bagyono
6

16
Suyitno
2
3
Nyoman Suwandi Pendit
4

17
Khaelany HD
2
4
Helmi Kodhyat
4

18
Hengky Hermantoro
2
5
I Gde Pitana
4

19
Kusmayadi
2
6
Endar Sugiarto
4

20
Happy Marpaung
2
7
James Spillane
3

21
M. Kesrul
2
8
Chafid Fandeli
3

22
Janianton Damanik
2
9
Rumekso
3

23
Wiwik Mahdayani
2
10
Soekresno
3

24
Abdul Rahman Arif
2
11
Sutanto Leo
3

25
2
12
Rio Budi Prasadja T.
3

26
Agus Sulastiyono
2
13
Yusak Anshori
3

27
Kusudianto H.
2
14
INR Pendit
2

28
Ramaini
2
Sumber: Simpala, 2012

Senin, 07 Mei 2012

Hibah Kompetisi Bidang Pariwisata dari Dikti

Fakulas Pariwisata Universitas Pancasila berhasil memenangkan hibah kompetitif Dikti dalam bidang pariwisata. Judul penelitian Penerapan Tri Hita Kirana pada Kebun Raya Bogor memenangkan hibah penelitian sebesar 40 juta untuk dua tahun. Penelitian ini diusulkan Meizar Rusli, Sst. Par, M.Sc. Dosen muda energik lulusan Universitas Udayana untuk S1nya dan Universitas Gajah Mada untuk gelar pascasarjananya ini berpendapat bahwa Tri Hita Kirana prinsip hubungan manusia, alam dan pencipta relevan sebagai panduan dalam pengembangan pariwisata berkelanjutan. Penelitian ini akan berlangsung selama dua tahun dan Meizar berharap bahwa hasilnya dapat berkontribusi dalam pengembangan pariwisata di Kebun Raya Bogor dapat berlangsung secara berkelanjutan. Bermanfaat secara ekonomis, mendukung upaya-upaya pendidikan dan pelestrarian lingkungan dan memberikan sarana wisata yang nyaman dan dinikmati oleh masyarakat secara umum.

Senin, 23 April 2012

Prestasi Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila di Kancah Internasional

Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila, dalam usianya yang relative muda, telah menunjukkan kiprahnya dalam kancah keilmuan pariwisata internasional. Desember 2011 lalu Devi Roza Kausar, PhD, dosen yang saat ini menjabat Wakil Dekan I bidang akademik turut dalam konferensi internasional World Research Summit for Tourism and Hospitality di Hongkong Polytechnic University. Tidak sebagai peserta, Devi demikian dosen muda ramah ini diterima sebagai pembicara dalam ajang bergengsi para akademisi tingkat dunia tersebut.

Makalah yang dibawakannya berjudul ‘How travelling promotes understanding toward culture and lifestyles: Comparisons between different types of package tours from Indonesia to Japan’. Paper akademis yang dibawakannya adalah hasil penelitian yang dilakukan selama delapan bulan di Indonesia dan Jepang melalui dana hibah penelitian dari Sumitomo Foundation. Menurut Mr. Sakakibara, perwakilan Yayasan Sumitomo Jepang, saat melakukan sosialisasi Hibah Penelitian Sumitomo di Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Juli 2011 lalu, tiap tahun hibah penelitian bergengsi ini diperebutkan oleh ratusan peneliti dari beberapa negara di Asia.

Tidak berhenti disitu, empat bulan kemudian kiprah dosen muda ini terus berlanjut.Tulisannya termuat dalam buku ‘Visions for Global Tourism Industry - Creating and Sustaining Competitive Strategies’ terbitan InTech Croasia. Dalam buku setebal 490 halaman ini Devi menyumbangkan tulisan Sustainability in the Management of World Cultural Heritage. Semoga kiprahnya terus berlanjut, tidak hanya memajukan program studi Manajemen Destinasi Pariwisata pada Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila tetapi membawa nama akademisi pariwisata Indonesia ke kiprah internasional.

Kamis, 19 April 2012

Menjadi Sarjana Pariwisata pada Fakultas Pariwisata

Program Manajemen Destinasi Pariwisata Universitas Pancasila merupakan satu dari dua lembaga pendidikan tinggi yang menggelar program pendidikan tingkat Strata Satu (S1) untuk bidang manajemen destinasi pariwisata. Ada dua jenis calon mahasiswa yang dapat diterima untuk kuliah pada Fakultas Pariwisata:
1. Lulusan SMU, SMK atau sederajat baik lulusan baru tahun 2012 atau yang telah lulus ditahun sebelumnya.
2. Lulusan Diploma Tiga (D3) yang ingin melanjutkan pendidikan atau meraih gelar kesarjanaannya.
Pendaftaran dimulai atau telah dibuka saat ini. Untuk keterangan lebih lanjut dapat:
1. Datang secara langsung ke Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila Raya Pasar Minggu Jakarta Selatan
2. Menghubungi melalui telepon (021) 78885779, 98884038 atau fax (021) 78885779
3. Komunikasi melalui email tourism@univpancasila.ac.id

Buku Pariwisata Gratis

Dapatkan buku secara gratis dari blog Buku Pariwisata. Buku pariwisata gratis pertama berjudul Visions for Global Tourism Industry - Creating and Sustaining Competitive Strategies dapat langsung didownload.
Ada satu dari tiga buku pariwisata yang bisa anda miliki. Ketiga buku tersebut akan ditandatangani secara langsung oleh penulisnya khusus untuk anda. Buku akan dikirim secara langsung ke alamat anda. Buku tersebut adalah:
1. Dasar-dasar Pengertian Hospitality dan Pariwisata' oleh Oka A. Yoeti
2. Tour Guide: Teori dan Praktek dalam Pariwisata' oleh M.M.Simpala
3. Wisata Kota Jalan Jaksa: Sebuah Kajian Sosiologi Pariwisata oleh Bra Baskoro.
Yang harus dilakukan untuk mendapatkan buku tersebut sangat mudah:
1. Beritakan blog ini ke teman-teman kuliah jika anda mahasiswa, sejawat jika anda guru atau dosen pariwisata atau sekerja jika anda profesional yang bekerja di industri pariwisata.
2. Minta mereka untuk mengirim email ke bukuwisata@gmail.com dengan menyebutkan nama teman (nama anda tentunya) yang menginformasikan blog ini.
3. Buku Pariwisata akan mencatat nama yang disebut, nama yang paling sering dituliskan akan tercatat sebagai pemenang. Pemenang akan diumumkan di blog ini dengan jumlah atau skornya.
4. Tiga pemenang dengan skor tertinggi akan mendapatkan salah satu dari buku tersebut di atas.
5. Buku Pariwisata akan menguhubungi anda untuk meminta alamat lengkap buat pengiriman buku. Biaya pengiriman ditanggung Buku Pariwisata.
Untuk yang berdomisili di Jakarta, buku dapat diambil langsung di Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila. Jl. Raya Pasar Minggu Jagakarsa Jakarta Selatan.
Selamat Mencoba.

Selasa, 06 Maret 2012

Oka A. Yoeti Penulis Buku Pariwisata Indonesia

Perasaan haru tercampur kaget setengah tidak percaya mendengar pria yang baru saja saya salami menyebutkan namanya, Oka Yoeti. Di depan saya berdiri seorang pria putih bersih yang sudah berumur namun gagah, tegap penuh semangat dan tersenyum ramah sangat bersahabat. Nama yang biasanya sering saya dengar dari teman dan salah satu bukunya menjadi bacaan wajib saya empat belas tahun lalu, mengajak saya berdiskusi tentang pariwisata. Suatu kesempatan yang tidak terduga.

Nama Oka A. Yoeti memang tidak asing bagi dunia pendidikan pariwisata. Puluhan buku pariwisata yang telah ditulisnya menjadi acuan akademisi pariwisata di Indonesia. Kakek empat  cucu dari dua anak ini adalah seseorang yang telaten dan selalu antusias ketika terkait dengan penulisan, pendidikan pariwisata. Tidak kurang dari 37 judul buku yang telah ditulisnya sejak tahun 1968 hingga kini. Demikian juga dengan beberapa posisinya sebagai pengajar serta jabatan akademis penting yang telah dijalaninya di beberapa lembaga pendidikan pariwisata seperti AKTRIPA,  Fakultas Ekonomi Universitas Sahid, Akademi Pariwisata Universitas Nasioanl, Akademi Pariwisata Patria Indonesia, Akademi dan Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti, Program D -3 Pariwisata FISIP Universitas Indonesia, program Pasca Sarjana Universitas Esa Unggul serta terakhir sebagai penggagas dan pendiri Program Studi Destinasi Pariwisata Fakultas Pariwisata Universitas Pancasila.

Melihat nama depannya banyak yang menduga ia berasal dari Bali. Dan ketika dikonfirmasi ia menyebutnya karena dua alasan. Pertama nama depannya yang memang merupakan nama Bali. Padahal Oka sebenarnya adalah kependekan dari Faroka, nama pemberian sang ayahanda tercinta yang tidak sempat lama dilihatnya. Oka A. Yoeti lahir di Padang dan kemudian merantau ke Jakarta dengan membawa satu lembar ijazah sma pada awal tahun 1961 kemudian pindah ke Bandung cari sekolah sendiri pada AKTRIPA sebagai mahasiswa angkatan ke-2. Alasan kedua karena bidang pariwisata yang sejak lama ia geluti sangat identik dengan Bali.

Buku yang ditulis oleh Oka A. Yoeti adalah buku teks teoretis dan beberapa bunga rampai atau kumpulan artikel-artikel beberapa akademisi pariwisata. Memang banyak ada yang mengkritisi bahwa sebagian dari bukunya adalah perulangan dari buku sebelumnya. Hal ini ada benarnya dan sempat diakui dengan rendah hati olehnya. Dalam suatu kesempatan ia sempat mengatakan bahwa bukunya belum terlalu dalam secara akademis. Hal ini menurutnya berarti bahwa teori-teori pariwisata dalam perspektif Indonesia perlu diisi dari hasil-hasil penelitian. Saya melihat ada kejujuran dan keterbukaan, sifat universal ilmu pengetahuan, dari pengakuan ini. Disaat bersamaan saya merasakan bahwa pengakuan ini adalah dorongan ke penulis-penulis lain guna untuk mengisi kekosongan akademis tersebut.

Terlepas dari kekurangan dalam karya dan tulisannya, Oka A. Yoeti tidak diragukan lagi merupakan tokoh perintis pendidikan pariwisata Indonesia. Tidak hanya itu perhatiannya terhadap kegiatan kepariwisataan sebagai sektor ekonomi juga tidak dapat diabaikan. Harus diakui banyak praktisi pemula ditahun akhir 80an atau awal 90an menggunakan buku-bukunya sebagai acuan bekerja. Pemandu wisata yang tersebar dibeberapa destinasi pariwisata terkenal di Indonesia sangat terbantu dengan buku Pemandu Wisata Profesional yang ditulisnya pada tahun 1996, buku tuntunan praktis pertama mengenai profesi ini.

Hari ini, 28 februari, tepat setahun sejak mendapat kesempatan bekerja dengan Oka A. Yoeti saya merasa bahwa tiap bertemu beliau tidak hanya menempatkan saya sebagai rekan sekerjanya namun sebagai teman diskusi yang sejajar. Sikapnya yang justru membuat saya merasa sebagai seorang murid yang perlu banyak belajar. Tidak heran setiap bertemu saya menyapanya sebagai guru besar, yang sering kali pula diterimanya dengan nada protes. (www.okayoeti.multiply.com)